14 December, 2016

Penulis Baru, Media Baru


SOPIR truk boks itu makin tenar saja namanya sebagai penulis di dunia maya. Dialah Iqbal Aji Daryono (36) putra Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang kini bermukim di Perth, Australia, karena mendampingi istrinya yang tengah menempuh studi doktoral.

03 November, 2016

Mengenang Sejarah Kita: Peristiwa 17 Oktober 1947

PADA 69 tahun yang lalu, seluruh pantai di Pulau Kalimantan telah diblokade oleh kapal-kapal perang Belanda. Negeri Kincir Angin bereaksi keras atas semangat nasionalistik rakyat Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Infiltrasi pejuang Indonesia antardaerah pun menjadi tertutup.

Kondisi tersebutlah yang disampaikan Tjilik Riwut (1918-1987) kepada Pangeran Muhammad (PM) Noor, Gubernur Kalimantan pertama yang berkedudukan di Yogyakarta, sebagai ibukota negara kala itu. 

22 October, 2016

GKR Wandansari: Tanpa Keraton, Enggak Ada Republik Ini!

Gusti Kanjeng Ratu Wandansari, Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) saat berpidato dalam penutupan Festival Keraton Nusantara (FKN) X di Pangkalan Bun, 12 Oktober 2016.
SEBAGAI Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN), yang memiliki ajang rutin dua tahunan Festival Keraton Nusantara (FKN), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari tampil sebagai juru bicara utama selama perhelatan FKN X di Pangkalan Bun 9-12 Oktober 2016. Ia, antara lain, menagih komitmen Pemerintah Indonesia untuk memberikan hak-hak keraton yang dianggap diingkari.

Dalam welcome dinner dan upacara penutupan FKN, putri Sri Susuhunan Pakubuwono XII ini menuding pemerintah Indonesia telah mengingkari kesepakatan leluhurnya dengan Presiden Sukarno. Namun, Bangsawan Keraton Surakarta ini mengatakan, kelembagaan keraton tidak akan berpolitik lagi. Keraton hanya lembaga adat dan budaya.

Ia bahkan tidak sependapat bila raja juga berposisi sebagai kepala daerah, seperti yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Namun, mantan anggota DPR-RI periode 2009-2014 ini juga mengaku tetap akan memperjuangkan bekas wilayah Kasunanan Surakarta sebagai daerah istimewa.

Jadi, bagaimana sikap Gusti Wandansari sebenarnya, terkait masalah budaya, politik, dan keraton? Berikut cuplikan wawancara wartawan Borneonews, Budi Baskoro, yang dilakukan Jumat (14/10/2016):

31 March, 2016

Pelanggaran HAM Kasus Gusti Gelombang


Komisioner Komnas HAM minta sidang kasus penggelapan dana insentif Rp8 juta, di PT BGA, ditunda


Oleh: R. Ariyo Wicaksono 

TERJADI pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam kasus Gusti Gelombang. Terdakwa kasus penggelapan dana insentif senilai Rp8 juta, di PT BGA (Bumitama Gunajaya Agro) itu, dikriminalisasi. Karena itu, sidangnya di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, harus dihentikan.

24 April, 2014

Jumri, Anak Mendawai Dengan Puluhan Medali

Jumri (jaket hitam ) saat menerima medali di Asean Para Games Myanmar 2014
PULUHAN medali telah dikoleksi Jumri. Seluruh medali itu ia peroleh karena prestasinya di kolam renang. Mulai dari lomba tingkat pelajar hingga tingkat senior. Dari level daerah, nasional hingga internasional. Umby, begitu ia biasa disapa, anak muda yang dibesarkan di tepi Sungai Arut, Kelurahan Mendawai Pangkalan Bun ini terakhir memperoleh dua medali perak di Asean Para Games ke-7 di Myanmar, Januari 2014.

01 April, 2014

Meningkatkan Produktivitas Sawit Rakyat: Pastikan Asal-Usul Bibit!

KELAPA sawit adalah komoditas yang mendominasi sektor perkebunan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain digerakkan oleh perkebunan besar swasta (PBS), kini keterlibatan perkebunan rakyat (PR) terus meningkat. Di Kotawaringin Barat (Kobar), salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Kalteng saja, BPS (Badan Pusat Statistik) Kobar mencatat terdapat 42.132 hektare (ha) luas kelapa sawit PR.

Meski begitu, produktivitas PR ini tampak tidak sebanding dengan luasnya lahan yang ditanami.

27 November, 2013

Mengenal Che Bukan dari Oblong

Moncong senapan serdadu Bolivia itu tak lebih sekilan jaraknya dari dahi lelaki itu. Sekali pelatuk ditarik, pastilah kepalanya tertembus peluru dan ia akan meregang nyawa. Tetapi, lelaki itu buru-buru berkata,” Jangan tembak...aku Che. Aku lebih berharga bagimu, jika aku hidup dari pada mati...”  Itu adalah penggalan cerita detik-detik penangkapan Che Guevara, yang diilustrasikan dengan memikat di awal buku berbentuk komik ini.