21 May, 2010

Ada Ical vs Paloh di Pemilu Kada Kotawaringin Barat?

Bagi negeri seluas Indonesia, dengan belasan ribu pulau, 33 provinsi dan ratusan wilayah kabupaten/kotanya, Kabupaten Kotawaringin Barat, tentu tidaklah istimewa.Wilayah berpenduduk kurang dari 300 ribu jiwa ini hanyalah kabupaten kecil di luar Pulau Jawa. Tepatnya ia berada di bagian barat Kalimantan Tengah, provinsi yang di Pulau Kalimantan dianggap paling miskin dan tertinggal pula. Tetapi, dalam hal pemilihan umum kepala daerah [pemilu kada], Kotawaringin Barat agak istimewa. Ada sinyalemen, pemilihan bupati Kotawaringin Barat bukan sekadar menampilkan pertarungan politisi lokal, tapi sekaligus juga menjadi ajang pertarungan politisi cum pengusaha di tingkat nasional.


Hanya ada dua kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat yang akan maju dalam pemilu kada 5 Juni nanti. Incumbent Dr. Ujang Iskandar, ST., MSi ditantang oleh Sugianto Sabran anggota DPRRI periode 2009 – 2014 dari PDIP, yang di Kotawaringin Barat, lebih dikenal sebagai pengusaha lokal yang sukses dan sempat terkenal di layar kaca infotainment tv-tv swasta nasional sebagai mantan suami dari artis Ussy Sulistiyowati. Sugianto lewat kendaraan koalisi PDIP, PAN dan Gerindra menantang Ujang Iskandar yang secara resmi diusung oleh koalisi Partai Demokrat, Golkar, PKS, PPP, PKB dan Hanura. Masuknya Golkar ke dalam koalisi pengusung Ujang adalah pangkal masalah yang membuka sinyal kemungkinan terjadinya pertarungan antar elite politik nasional dalam pemilu kada Bumi Marunting Batu Aji ini.

Sejatinya, DPD Partai Golkar Kotawaringin Barat mengarahkan dukungannya kepada Sugianto. Dalam konteks lokal Kotawaringin Barat, hal ini sangat mudah dipahami. Ketua DPD Partai Golkar Kotawaringin Barat, H.M. Ruslan AS, terhitung masih paman dari Sugianto Sabran. Golkar Kotawaringin Barat dikendalikan oleh Ruslan sejak lebih dari sepuluh tahun silam. Tetapi, keputusan DPD Golkar Kotawaringin Barat itu segera diintervensi dan kemudian dianulir oleh DPP Partai Golkar. Dari Jakarta, Aburizal Bakri, Ketua Umum Partai Golkar memutuskan mendukung pencalonan Ujang Iskandar. Pengurus DPD Golkar Kotawaringin Barat sempat melakukan perlawanan. Ical lalu bereaksi dengan membekukan kepengurusan Partai Golkar Kotawaringin Barat.

Keputusan Ical menceburkan diri langsung dalam pemilu kada Kotawaringin Barat mungkin saja berdasarkan asumsi politik bahwa Ujang sangat pontensial memenangi pemilihan. Tetapi, politik tidak sekadar politik. Ical seorang yang bukan sekadar politisi, melainkan konon sebagai pengusaha terkaya Indonesia. Lebih-lebih, kini Ical semakin mendapat sorotan bahwa langkah politiknya tak lepas dari perhitungan bisnisnya. Telah lazim didengar istilah “tak ada makan siang gratis” dalam politik praktis. Dari sisi bisnis, jika Ujang menang, bisa saja Kotawaringin Barat menjadi salah satu lahan perluasan bisnis kelompok Bakri. Skenario ini akan menjadi mudah karena mungkin Bakri akan diberi jalan lapang oleh pengampu kebijakan daerah setempat yang didukungnya.

Lalu, bagaimana ceritanya, kehadiran Aburizal Bakri ke Kotawaringin Barat via dukungannya terhadap Ujang Iskandar, itu membuatnya bertemu dengan kekuatan lawan politik dan bisnisnya di tingkat nasional? Adalah Surya Paloh, lawan utama Ical di Munas Golkar kemarin, yang juga kompetitor seriusnya dalam bisnis, khususnya media televisi, telah hadir lebih dahulu di Kotawaringin Barat, beberapa tahun sebelumnya. Paloh konon telah memiliki sejumlah kebun kelapa sawit di daerah ini. Dan yang paling kasat mata, tentu saja, keterlibatan Paloh lewat profesional-profesional Media Group dalam terbitnya koran lokal Borneonews sejak tiga tahun lalu di Pangkalan Bun, ibu kota Kotawaringin Barat. Perluasan bisnis Paloh itu menjadi mudah berkat kerja samanya dengan Tanjung Lingga Group milik Abdul Rasyid AS. Abdul Rasyid, mantan anggota MPR RI 1999 – 2004 utusan Kalimantan Tengah, adalah adik dari Ruslan. Dengan begitu, Abdul Rasyid adalah juga paman dari Sugianto. Lebih dari itu, Sugianto pernah dipercaya Rasyid menduduki posisi President Director Tanjung Lingga.

Melihat fakta itu, saat ini tinggal ditunggu saja, Paloh atau Ical yang akan memenangi pertarungan di daerah ini. Sayang, sepertinya gelagat adanya pertarungan dua politisi kawakan itu, kurang terbaca di ranah Kotawaringin Barat. Umumnya warga Kotawaringn Barat hanya membaca konfigurasi kekuatan yang bertarung dalam pemilu kada ini tak lebih dari pengulangan apa yang terjadi lima tahun lalu, di mana Ujang yang ketika itu tak diunggulkan, keluar sebagai pemenang. Pada 2005, Ujang Iskandar, dengan kendaraan Partai Demokrat dan koalisi sejumlah partai kecil mengalahkan incumbent Abdul Razak [Partai Golkar] dan Kol. Purn. Darman [PDIP], mantan Bupati Kotawaringin Barat di jaman Orde Baru [1989 – 1994]. Dua nama terakhir konon didukung oleh Ruslan dan Rasyid. Sebagaian orang di Kotawaringin Barat mempercayai bahwa kemenangan Ujang saat itu merupakan ujud perlawanan sebagian masyarakat Kotawaringin Barat terhadap kekuasaan politik bisnis kedua pengusaha tersebut.

Kendati kontribusi kedua pengusaha itu dalam menciptakan lapangan kerja lewat perusahaan-perusahaan mereka tak dapat diremehkan, citra keduanya tidak selalu dipandang sedap oleh sebagian warga Kotawaringin Barat. Ini barangkali karena pemberitaan media massa tentang keterlibatan usaha mereka dalam illegal loging dan kabar tentang sikap tak bersahabat perusahaan mereka terhadap sejumlah aktivis lingkungan dari dalam dan luar negeri [Lihat, Investigation Tempo Megazine, Edisi 22 – 28 Oktober 2002]. Namun, hal yang memperparah citra mereka saat itu adalah meletusnya bentrok di Desa Runtu antara warga versus aparat dalam perkara sengketa tanah dengan salah satu anak perusahaan Grup Tanjung Lingga. Dalam bentrok tersebut seorang warga tewas. Peristiwa ini terjadi kurang dari sebulan sebelum Pemilu Kada 2005 digelar [Lihat, Alfried Uga, Catatan Perjuangan Korban Tragedi Runtu, Kalteng Pos, 20/02/2007].

Apakah hasil Pemilu Kada 2005 akan terulang lagi tahun ini? Langkah Ujang untuk mengulangi kemenangan lima tahun lalu kali ini cukup mendapat rintangan. Ujang tengah diserang dengan kasus kepemilikan utang terhadap negara. Ujang dituding memiliki utang ke salah satu bank milik negara, BNI Cabang Pangkalan Bun, sejak 2003 lalu, yang belum lunas pembayarannya hingga kini. Jika dianggap bersalah secara hukum, Ujang mungkin akan terdiskualifikasi dari kandidat bupati Kotawaringin Barat 2010 – 2015. Pasalnya, bebas dari utang yang berpotensi merugikan negara merupakan salah satu syarat dari pencalonan seorang kandidat kepala daerah yang diatur Pasal 9 ayat 1 huruf J Peraturan KPU Nomor 68 Tahun 2009 tentang Pedoman Teknis Tata cara Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Awalnya, Ujang menganggap isu ini sebagai bentuk black campaign semata. Tetapi setelah keterangan yang diberikan oleh BNI Kotawaringin Barat dalam Sidang DPRD yang membenarkan perkara utang itu, kubu Ujang sulit untuk mengelak. Kini, pihak Ujang masih bertahan dengan menyatakan bahwa utang itu tidak merugikan negara. Ada cerita bahwa proses pembentukan surat utang Ujang itu pun bermasalah. Apa yang disebut utang itu mulanya adalah LC bermasalah. LC itu dikeluarkan untuk Ujang yang akan mengekspor kayu keluar negeri. Sayangnya kayu tersebut ditahan aparat dan dianggap illegal. Setelah itu entah bagaimana prosesnya, LC tersebut diubah menjadi surat utang.

Kubu Sugianto dengan corong utamanya Borneonews terus mendesak agar masalah utang Ujang ini segera dituntaskan. Borneonews juga sempat mendesak agar Ujang mundur karena telah berlaku tidak jujur dalam proses pencalonannya. Borneonews juga terus me-runing berita tentang pengusutan surat bebas utang Ujang, seperti laporan terhadap KPK, KY dan menyitir pendapat para ahli bahwa bila kasus Ujang terbukti, maka Ujang harus mundur dari pencalonan.

Pemuatan berita perkara ini di Borneonews memang penuh tendensi politik. Tetapi, substansi dari perkara itu belum tentu tidak benar secara hukum. Hanya saja, bagi sejumlah pendukung Ujang Iskandar berita-berita itu hanya dipandang sebagai upaya pendelegitimasian Ujang secara politik. Walhasil, ini hanya mempertegas konfigurasi konflik politik di Kotawaringin Barat.

Sungguh disayangkan memang, jika pemilu kada ini sekadar dilihat sebagai pertarungan klasik seperti lima tahun lalu. Pandangan seperti ini gampang terjebak pada penilaian hitam-putih dan baik-buruk semata. Padahal, melihat track record-nya, kedua kandidat sama-sama punya perkara yang mungkin bisa dipersoalkan ke ranah hukum. Di samping itu, relasi kekuatan politik keduanya juga mungkin kurang lebih sama: berkoneksi dengan politik-pengusaha di tingkat nasional. Karena kesamaan itu, corak utama dari kebijakan politik-ekonomi yang muncul dari siapapun yang menang di antara keduanya kira-kira tidak jauh berbeda. Politik perkebunan [kelapa sawit] yang dianggap sebagai potensi utama daerah ini sudah pasti akan tetap berlangsung.

Melihat kemungkinan itu, dari pada sekadar terjebak pada bilpolarisasi dukung-mendekung, lebih baik warga pemilih memastikan dialog, negosiasi tentang program-porgram utama dua kandidat yang berhubungan dengan kepentingan dan hak-hak warga. Lebih penting, misalnya, bagaimana warga meminta jaminan kepada kedua kandidat bahwa hak-hak mereka tidak akan direnggut. Warga harus menuntut kepastian bahwa mereka tidak akan dijadikan korban pertarungan politik bisnis para penguasa lokal yang berkongsi dengan politisi-pengusaha nasional. Hal ini penting mengingat bahwa sampai kini, dengan massifnya perkebunan, hak warga menghirup udara sehat terganggu bila musim kemarau tiba. Hal ini penting juga karena berkembangnya perkebunan tidak berbanding lurus dengan meningkatnya anggaran publik Kotawaringin Barat secara signifikan. Hal ini penting juga lantaran meluasnya perkebunan justru mengalahkan corak ekonomi masyarakat yang secara tradisional bersandarkan pada alam dan kebun-kebun karet mereka.

Artikel ini juga diarsipkan di http://politik.kompasiana.com/2010/05/21/ada-ical-vs-paloh-di-pemilu-kada-kotawaringin-barat/

2 comments:

arsyil said...

Misi bang, saya ijin copas...
Kunjungi: http://komunitasbloggerkobar.blogspot.com/

Slam kenal dari blogger kobar.
arsyil.blogspot.com
follow balik dan tuker link yuk?

budi baskoro said...

okay. trim arsyil.. sip sip